Manfaat Musik Klasik Dalam Bidang Budaya

A.MUSIK – SEBAGIAN DARI KEBUDAYAAN LIMA UNSUR

Orang zaman dahulu memiliki wawasan yang mendalam terhadap suara.。Ini tidak bisa dipisahkan dari sudut pandang ilmiah pengenalan tubuh manusia dan alam semesta dari totalitas kebudayaan Tionghoa.

Oleh karena suara adalah salah satu jenis materi alam semesta, maka itu suara juga memiliki Yin-Yang dan 5 unsur. Orang kuno menentukan suara dengan 12 kunci nada Lü- Lü. Yang disebut “Membelah bambu menjadi seruling, dibagi Yin dan Yang masing-masing 6 nada”.

Suara/Sheng dikategorikan sebagai nada Lü, bunyi / Yin  dikategorikan sebagai nada Lü. Dengan Lü menyanyikan Lü, dan dengan Lü men-sinkronkan Lü Suara/Sheng sebagai Yang  (elemen positif) dikategorikan langit, bunyi/Yin sebagai Yin  (elemen negatif) dikategorikan bumi. Lü dan Lü satu Yin satu Yang, berjumlah enam Yin enam Yang, ialah 6 Lü  dan 6 Tong yang dikuasai oleh maha guru Zhou Li, dipergunakan untuk men-sinkronkan suara Yin-Yang Lebih jauh lagi satu tapak 12 kunci nada Lü – Lü dipasangkan dengan 12 bulan dan 12 jam. Dengan demikian, dengan 5 unsur dari empat musim dalam 1 tahun juga selaras.

Orang kuno menyepadankan suara dengan astronomi, cuaca, 5 unsur, 4 musim sampai dengan masyarakat budaya manusia secara satu per satu. Pengenalan terhadap suara jauh melampaui imajinasi orang zaman sekarang.

Mempunyai pemahaman mendalam terhadap suara, oleh karena itu orang kuno tentang penggunaan musik juga seluruhnya mempunyai arah lengkap. Han Shu – Li Yue Zhi mengatakan: “Pemerintah mendidik rakyat, tiada yang lebih baik dengan mengajarkan Li (tata-susila); Merubah adat istiadat, tiada yang lebih baik dengan menggunakan musik.”

Memakai musik untuk menstimulasi jiwa dan menyelaraskan sekelompok orang, di zaman kuno sering dipakai. Huang Di (kaisar legendaris pemersatu pertama Tiongkok pada 5000  tahun yll) menggunakan musik genderang untuk mengalahkan pasukan besar Chi You, guru musik menggunakan musik mengatur pasukan Huang Di; Tentara Liu Bang (kaisar pendiri dinasti Han pada 2200 tahun yll) dengan “Menyanyikan lagu-lagu Dinasti Chu” mengalahkan Xiang Yu (kaisar Dinasti Chu), menggunakan musik pada siasat perang sering dijumpai. Maka dari itu musik yang baik bukan hanya berirama indah, terlebih harus memperhatikan penggunaan terhadap 5 unsur dan Yin-Yang dari suara itu.

B.HUBUNGAN MUSIK DENGAN KEJAYAAN DAN KEMUNDURAN MASYARAKAT

Kebudayaan tradisional beranggapan semua materi alam semesta terdapat keterkaitan yang tidak nampak, maka itu musik juga bisa merefleksikan berbagai aspek masyarakat.

Menurut penuturan Lu Shi Chun Qiu Xia Jie, Yin Zhou mengarang musik yang gila-gilaan, menganggap hal yang besar sebagai keindahan, menganggap kuantitas sebagai kemegahan, mengejar suka-cita berlebihan dan tidak mematuhi norma hukum. Sewaktu negara Song melemah, malah membuat ribuan lonceng; sewaktu negara Qi melemah, malah membuat nada Lu besar; sewaktu negara Chu melemah, malah membuat musik setan dan siluman. Ada musik jalan tengah, ada musik menggila, ada yang aliran lurus, ada yang jahat. Orang arif bijaksana karenanya menjadi jaya, orang yang durhaka karenanya menjadi musnah.

Kebanyakan pendiri negara pada zaman kuno, demi stabilitas masyarakat dan kemajuan, juga memandang penting mutu dari musik.

Seperti Tang Taizong (dinasti Tang) sangat menghargai musik elegan dan murni. Dia memerintahkan Taichangqing (jabatan pada zaman kuno) Zhu xiaoxun meluruskan Gong Shang (salah satu dari 5 nada pada zaman kuno), Qijulang (jabatan pada zaman kuno) Lu Cai mendalami nada vocal/Yin Yun, Xielulang (jabatan pada zaman kuno) Zhang Wenshou memeriksa nada Lü- Lü. Menyuruh mereka menghapus yang tidak keruan, diatur menjadi nada suara standard dan sesuai norma.

C. MUSIK ZAMAN DULU – TERUTAMA MENGHORMAT ALAM

Musik pada awal peradaban barat banyak yang membawa corak sentimental keagamaan, musik-musik itu selain memiliki nada suara indah, kebanyakan ialah memuja roh tertinggi.

Musik kuno dari Tiongkok juga demikian. Orang zaman kuno beranggapan mencipta musik harus punya persyaratan tertentu, harus berpuasa dan bertirakat. Tidak mengumbar nafsu dan tidak semau gue, baru bisa berkarya dalam penciptaan musik. Berkarya dalam penciptaan musik mempunyai cara tertentu, pasti terlahir dari dalam kedamaian, sedangkan kedamaian terlahir dari dalam Dao (jalan spiritual).

Oleh karena itu yang dikejar musik klasik ialah keselamatan, sukacita dan perasaan gembira yang diperoleh dari dalam respek terhadap roh tertinggi.

Sumber: Erabaru.or.id

Sumber: Dito Anurogo, S. Ked.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: